Taman Ayun Temple – Wisata Menyusuri Peninggalan Sejarah Abad 17

November 25, 2017
Wisata Bali

Pura Taman Ayun. Pura yang dibangun pada masa Kerajaan Mengwi ini adalah salah satu tempat suci bagi umay Hindu pada masa itu. Arti kata Taman Ayun sendiri adalah tempat suci yang indah dengan taman air mengelilinginya.

Kalau kamu melakukan perjalanan wisata ke pura ini, kamu akan menemukan beberapa kolam di dalam kawasan pura dengan rangkaian bunga teratai pada beberapa kolam. Selain itu, karena pura ini dirancang dengan kolam yang mengelilingi, maka untuk masuk ke area pelataran Taman Ayun Temple ini, seturun dari kendaraan kamu harus melalui sebuah jembatan.

Konon kisahnya, jaman dulu kolam di atas area seluas 4 hektar2 ini dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi dengan perahu kecil. Tetapi sekarang itu tidak dimungkinkan lagi karena sudah dilarang dan pada pinggiran kolam sudah berpagar.

Pembangungan Pura Taman Ayun di Kerajaan Mengwi

Karena dibangunnya Pura Taman Ayun berkaitan erat dengan pemerintahan Kerajaan Mengwi, jika kamu berkunjung ke kawasan pura ini kamu akan mendapatkan penjelasan pula mengenai kerajaan tersebut.

Kerajaan Mengwi, yang berada di Desa Mengwi ini memiliki nama lain, yaitu Mangapura, alias Mangarajia, alias Kawijayapura. Pada Prasasti Mengwi tertuliskan bahwa Pura atau Candi Taman Ayun ini dahulu dibangun oleh Raja Mengwi, yaitu I gusti Agung Putu, pada 1632 Masehi. Arsitektur pura yang khas dirancang oleh seorang keturunan Cina yang berasal dari Banyuwangi, yaitu Ing Khang Ghoew.

Selain memiliki taman yang berfungsi untuk taman beristirahat dan rekreasi, jaman dahulu, umat Hindu Bali menggunakan pura tersebut untuk melakukan peribadatan, menhormati dan mengungkapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sanghyang Widhi Wasa, untuk segala berkah yang telah dirasakan oleh masyarakat kerajaan saat itu. Mereka melakukan upacara agama setiap 6 bulan sekali, atau setiap 210 hari menurut penganggalan Bali.

Sejarah Pura Taman Ayun

Pura yang berlokasi di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali ini memperlihatkan keindahan arsitektur dan keagungan peninggalan masa lalu. Pura ini banyak dikunjungi para wisatawan asing dan lokal karena keunikan desainnya yang mengandung unsur seni, sejarah dan magis.

Saking lamanya usia, pura ini sempat mengalami beberapa kali renovasi. Pada 1917 pura diperbaiki karena sempat hancur akibat gempa hebat yang menimpa Bali. Kemudian pada 1937 kembali diadakan renovasi besar, juga pada 1949. Tetapi proses renovasi tersebut tidak menghilangkan kemegahan pura yang memiliki pahatan-pahatan seni dari jaman pura ini dibangun.

Obyek Wisata Pura Taman Ayun

Taman Ayun Temple yang terbuka untuk wisatawan ini dibangun di atas lahan 100 meter x 250 meter, dengan detail pembagian

Pelataran luar adalah bagian di mana terdapat kolam. Lalu pelataran bagian dalam, masih dibagi menjadi 3 lagi. Pelataran dalam pertama tempat beristirahat, lalu yang kedua tempat diletakkannya 9 relief penjaga yang menghadap ke semua arah mata angin, yang menurut kepercayaan Hindu adalah simbol kekuatan Dewata Nawa Sanga, dan yang ketiga, pelataran tertinggi adalah tempat di mana pintu Gelung yang hanya akan dibuka pada saat upacara.

Sebagai lokasi yang dihormati oleh umat Hindu, suasana di Pura Taman Ayun memang begitu tenang. Penataannya rapih dan selalu bersih dengan rumput-rumput hijau. Di dalam taman terdapat pohon-pohon tropis yang rindang menjadikan suasana nyaman untuk tempat rekreasi.

Masuk ke dalam pelataran, kamu akan melihat megahnya bangunan pura dengan pahatan-pahatan sejak jaman kerajaan, dan  sedikitnya terdapat 10 bangunan meru. Meru adalah salahsatu jenis tempat untuk pemujaan kepada Istadewata, bhatara-bhatari, dengan bentuk bertumpuk seperti gunung.

Untuk dapat memasuki kawasan Taman Ayun Temple, wisatawan yang ingin berkunjung perlu membeli tiket masuk. Adapun harga tiket saat ini adalah:

  • 000 untuk wisatawan domestik
  • 000 untuk wisatawan asing
  • 000 untuk biaya parkir mobil
  • 000 untuk biaya parkir motor.